Kamis, 10 April 2008

Kontroversi Roy Suryo

"Roy Suryo lagi ditantangin di DIALOG TERBUKA dengan para hackers dan bloggers", jelasnya di "Surat Terbuka: Ajakan Dialog Terbuka Dengan Sdr. Roy Suryo" http://riyogarta.com Dialog tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 11 April 2008 jam 11.00 WIB Fasilitas: * Ruangan ber-AC dengan kapasitas 250 orang * LCD Proyektor * Sound System * Snack bagi pembicara dan peserta * Liputan media * Live Streaming yang disediakan oleh Universitas Bina Nusantara Kepada teman-teman blogger, wartawan maupun masyarakat luas mohon kiranya bisa turut membantu saya menyebarluaskan undangan ini."

Pesan yang saya dapat hari ini kembali mengingatkan saya akan kontroversi tentang Roy Suryo (lihat disini untuk profil). Bagi yang awam tentu akan bertanya-tanya, siapakah itu Roy Suryo? Roy Suryo adalah seorang pengurus Partai Demokrat di bidang Komunikasi dan Informatika yang juga rajin membuat komentar dalam bidang teknologi informasi, fotografi, dan multimedia di Indonesia melalui media massa. Ia juga telah menjadi pembawa acara e-Lifestyle di Metro TV selama lima tahun. (dari wiki-red).

Pada awal kemunculannya di media massa, saya justru memiliki pikiran positif. Karena kehadirannya saya harap bisa membantu mengenalkan tehknologi infomasi (terutama prospeknya) ke masyarakat luas. Namun dengan berjalannya waktu, saya melihat bahwa Roy Suryo seringkali melakukan klaim-klaim yang subjektif dan diragukan kebenaranya. Walaupun itu mungkin bukan salah Mr. Roy sepenuhnya, karena media massa seharusnya bisa dewasa dan melakukan cross-check, bukan hanya meng-iya-kan semua perkataan/pendapat dari Roy Suryo.

Akhir kata, dengan adanya kritik ini harusnya Mr. Roy tidak usah menjadi marah karena kritik adalah salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas diri manusia. Dan diharap dikemudian hari, seseorang yang populer seperti Roy Suryo bisa meningkatkan kualitas dari pendapat/opininya, karena perkataan beliau bisa tersebar secara cepat di khalayak publik.

Pranala luar:
Roy Surto di Wikipedia Indonesia
salah satu blog milik Mr. Roy.
Salah satu topik kontroversial tentang Roy Suryo.

Salah satu kritik terhadap Roy Suryo

Minggu, 06 April 2008

Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)

Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) telah dikeluarkan. Sudah ada beberapa implementasi yang sudah dilakukan seperti misalnya mengancam para ISP untuk memblokir konten-konten yang bersifat pornografi.

Yang perlu diperhatikan adalah apakah implementasi dari UU ini hanya bersifat tebang-pilih atau sementara? Apakah aparat hukum memiliki pengetahuan yang cukup? Sebenarnya hal ini agak memusingkan bagi diri saya secara pribadi. Apalagi saat terdengar kabar bahwa para blogger juga harus hati-hati dalam menulis blog mereka (kalau salau bisa dituntut dsb).

Akhir kata, konsistensi pemerintah amat dinanti oleh publik. Dan semoga dalam implementasi UU ini kelak, pemerintah dapat berkordinasi dengan para pakar informatika agar dimasa yang akan datang tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang tidak perlu.

Intellipedia

Tidak disangka fenomena media wiki (enslikopedia umum) juga merambah sampai ke dunia "spy". Intellipedia adalah wiki tempat para agent-agent untuk melakukan sharing pengetahuan intelejen. Karena sifatnya yang rahasia maka sudah tentu wiki yg satu ini hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang berwenang saja. Intellipedia dipergunakan oleh beberapa dinas agensi rahasia AS.

Berita lebih lanjut:
From wiki

Selasa, 21 Agustus 2007

Kontroversi Lagu Indonesia Raya

Akhir-akhir ini bisa kita melihat baik di media cetak maupun elektronik nasional sedang ramai membicarakan kontroversi lagu Indonesia Raya. Lagu Indonesia Raya dengan 3 stanza yang diklaim oleh Roy Suryo sebagai temuannya itu memang bisa dibilang asing bagi masyarakat umum.

Yang menjadi pertanyaan tentunya adalah, "Manakah versi lagu Indonesia Raya yang asli?"

Sesungguhnya bila masyarakat mendapatkan pendidikan sejarah atau memiliki pengetahuan sejarah yang cukup maka kontoversi ini tidak pernah ada. Saya sesungguhnya pernah membaca di sebuah buku yang berisi lagu-lagu nasional, dimana disana ditulis Indonesia Raya memiliki 3 stanza. Sehingga saat berita itu saya dengar saya tidak merasa heran. Tetapi yang membuat saya terpana adalah saat melihat ulasan di sebuah media elektronik /tv nasional yang mencoba mengulas sejarah lagu kebangsaan Indonesia tersebut. Bahwa sesungguhnya versi yang selama ini kita kenal dan ditanamkan sejak awal sekolah adalah versi yang sudah disempurnakan. Bahwa lagu yang notabene sudah dihafal oleh beberapa generasi dan menjadi salah satu simbol penting bagi bangsa Indonesia tidak kita kenal dalam arti sesungguhnya.

Tak pelak hal ini kembali menunjukan kelemahan bagi sistem pendidikan dan juga penyebarluasan fakta sejarah kepada publik. Entah apa karena tidak adanya perhatian dari berbagai pihak ataupun memang hal ini sudah dianggap tidak perlu lagi. Tapi diluar sudah selesai/ terjawabnya pertanyaan publik diatas.... justru meninggalkan pertanyaan baru di benak saya? Apakah bangsa ini sudah melupakan sejarah dirinya sendiri? Apakah Bangsa Indonesia sudah kehilangan jati diri dan identitas... tergerus oleh waktu?

Ali Wardhana
21 Agustus 2007

Pranala/links luar:

Cuplikan video klip dari detik.com

http://tv.detik.com/index.php?fa=content.main&id=TURjd09EQTBNemc1SXpJd01EY3ZNRGd2


Lirik Indonesia Raya dengan 3 Stanza:

http://www.ljfind.com/post/115922822/




Artikel dari detik.com
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/08/tgl/07/time/183645/idnews/814427/idkanal/10

Rabu, 25 Juli 2007

perkembangan Project - STC Online

Gw dah mulai membangun konsep dasar untuk STC Online. Walau ttp sederhana (nanti pasti akan bagus kalo dah dpt sumbangan idea dari kawan2 yg lain). Gw juga dah buat time-mapnya... pokoknya mau jd sebelum Tyzhon balik ke malay. Moga2 semua bisa berlangsung dengan baik. Hehe.

Minggu, 22 Juli 2007

STC.... My comunity

Saya berencana untuk membuat project baru yaitu mempromosikan sekaligus mendokumentasikan kehidupan anak-anak "tongkrongan" saya ke dunia web. Afterall, kita memiliki kisah-kisah dan pengalaman-pengalaman yang saya rasa cukup mengasyikan. Mungkin pada awalnya sebuah blog sederhana sudah cukup. Yang saya butuhkan adalah sebuah camera digital, sebuah PC/Laptop and kamera video. Hmm semoga project ini bisa segera saya wujudkan.

Senin, 04 September 2006

Komunisme Bangkit?

Sungguh amat mengherankan dan membuat saya shock sewaktu membaca di sebuah surat kabar di Jakarta terdapat sebuah artikel dengan tulisan KOMUNISME BANGKIT hal ini membuat saya semakin yakin bahwa 1 generasi dari bangsa kita benar-benar sudah tercuci otaknya oleh Orde Baru. Atau masihkan orang mencari kambing hitam akan kondisi dan keadaan masyarakat yang ada di Indonesia saat ini?
Apakah itu Komunisme?
Komunisme adalah ideologi sosial, politik maupun ekonomi yang merupakan cabang dari gerakan sosialisme. Di negara ini Komunisme yang dipandang sebagai musuh sebenarnya adalah Komunisme yang bertumpu dari ajaran/ide Marxisme-Leninisme yang dirintis oleh Lenin pada Revolusi Oktober di Russia, yang memiliki perbedaan mendasar dengan ajaran Karl Marx yang murni. Sejak revolusi itu penggunaan kata Sosialisme dan Komunisme bukan merupakan sinonim lagi dan memiliki dua arti yang berbeda. Menciptakan kondisi negara dengan rezim satu partai. Marxisme-Leninisme sendiri terbagi menjadi 3 bagian yang berbeda pula:
  1. Stalinisme - Dikembangkan oleh Joseph Stalin (menjadi dominan di USSR sejak 1929)
  2. Trotskyism - Dikembangkan oleh Leon Trotsky (berjuang di luar USSR sejak diasingkan oleh Stalin)
  3. Maoisme - Dikembangkan oleh Mao Zedong (Republik Rakyat China 1960-1978, berakhir sejak Reformasi yang dilakukan oleh Deng Xiaoping)

Jadi tidak seharusnya masyarakat masih memegang "tradisi" lama seperti contohnya memblack-listkan buku-buku Karl Marx, karena ia sendiripun tidak setuju untuk menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya (to reform not to overthrow the government) walaupun ia pernah mengeluarkan statment Russia memiliki kemungkinan untuk melewati fase-fase yang pernah dijabarkannya.

Komunisme Setelah Runtuhnya USSR (Uni Soviet)

Uni Soviet semenjak dikuasai oleh Stalin telah keluar dari jalur Sosialisme. Para Marxist menyebut Uni Soviet sebagai "State Capitalisme" karena kekuasaan yang sentralistis, yang secara tidak langsung menggali kuburannya sendiri via korupsi dan pemerintahan tangan besi. Dan semenjak runtuhnya Uni Soviet, pengaruh komunisme terutama di Eropa mulai sirna. Karena perkembangan Komunisme di dunia sebelumnya disokong oleh dukungan dana dari Uni Soviet. Republik Rakyat China kini bukanlah negara komunis murni seperti sebelumnya karena mengakui kepemilikan pribadi dan melakukan sistem ekonomi pasar (Sosialisme Gaya RRC).

Kesimpulan

Memang keadaan ekonomi negara kita yang sedang terpuruk dapat menjadi ladang subur bagi berkembangnya komunisme, tetapi kondisi politik dunia sudah berubah pasca perang dingin dan kekuatan Komunisme tidak sekuat dulu (tidak adanya komunitas komunis internasional yang aktif seperti pada jaman USSR). Jadi menurut saya ketakutan sebagian orang akan bangkitnya komunisme adalah ketakutan yang hiperbolik dan tidak diperlukan.

Yang diperlukan oleh negara kita bukanlah paham komunisme, karena kita sudah memiliki dasar ideologi Pancasila yang sebenarnya apabila dilakukan secara benar akan mengangkat kondisi negara kita ke level yang lebih baik.