Tampilkan postingan dengan label Samsung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Samsung. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 November 2014

Samsung Galaxy Grand Prime & Grand 2


 
Penampakan Galaxy Grand Prime & Galaxy Grand 2 (dari gsmarena)


Setelah sebelumnya saya membuat artikel mengenai Galaxy Core Max, sekarang saya ingin membicarakan update mengenai seri Galaxy Grand yaitu Galaxy Grand Prime dan Grand 2. Walaupun Grand Prime dirilis hampir bersamaan waktunya dengan Galaxy Grand 2, tetapi tipe Grand 2 lebih populer digunakan.

Apakah perbedaan diantara keduanya? Mari kita lihat langsung dari tabel komparasi yang disediakan oleh gsmarena.com:

Komparasi spesifikasi antara Grand Prime vs Grand 2 (dari gsmarena), klik untuk memperbesar gambar.

Dilihat dari spesifikasi diatas terlihat bahwa Grand 2 lebih unggul dengan ram yang lebih besar, ukuran dan kepadatan pixel layar yang lebih baik, tapi dengan kapasitas baterai yang sama (2600 mAh), maka diperkirakan Grand Prime akan lebih awet dan tahan lama dalam masalah baterai. Sementara sebaliknya keunggulan Grand Prime hanya pada kamera depan (5 MP vs 1,9 MP) dan juga dalam masalah harga. Saat saya melakukan survei harga di Lazada saya mendapatkan harga Grand Prime di kisaran Rp. 2.700.000,- dibandingkan dengan Grand 2  di Rp. 3.200.000,-

Melihat fakta-fakta diatas, maka untuk memilih gadget mana yang tepat akan saya kembalikan kepada diri anda masing-masing. Manakah gadget yang sesuai dengan kebutuhan dan tentunya budget anda.

Rabu, 12 November 2014

Cara Menunjukan Presentase Baterai di Android KitKat

Hari ini saya mencoba mengupgrade android saya (Galaxy S Advance) menggunakan Carbon Rom KitKat. Karena saya sudah melakukan root dan sebelumnya juga menggunakan costum rom (Light JB), maka prosesnya tidaklah terlalu rumit.

Setelah selesai melakukan upgrade, ternyata saya baru sadar bahwa ada 1 fitur android Jelly Bean yang saya tidak temukan, yaitu menampilkan angka presentase dari baterai. *Edit 14/11/14, setelah saya mencoba mengutak-atik android saya hari ini, ternyata opsi untuk mengubah display battery sudah disediakan oleh Carbon KitKat, bahkan opsinya sangat bagus.

Perbandingan dari screenshot, kiri saat masih menggunakan LightJB, dan kanan dengan Carbon KitKat

Sayapun lalu mencoba mencari tahu, apakah fitur ini memang benar-benar tidak ada di KitKat. Ternyata Google sudah membuat fitur ini, tapi sampai dengan versi ini, fitur ini masih belum sempurna sehingga masih disembunyikan. Permasalahannya adalah apabila diaktifkan, angka presentase dari sisa tenaga baterai berada di dalam gambar baterai, berbeda dengan versi Jelly Bean, dimana angka presentase ada di sebelah kiri gambar baterai. 

Adapun untuk mengaktifkannya terdapat 2 buah cara:
  1. Menggunakan Aplikasi“Percent Enabler”. Aplikasi ini bisa diunduh langsung di google play, dan bisa langsung diaktifkan dengan mudah disana.   
  2. Menggunakan "ADB Command". Untuk bisa mengaktifkan dengan cara ini anda membutuhkan emulator terminal (command prompt di Linux). Carilah Android Terminal Emulator di Google Play dan selanjutnya masukan command ADB shell content insert – URL content://settings/system – bind name:s:status_bar_show_battery_percent – bind value:i:1
 
Aplikasi Percent Enabler di Google Play

 
Aplikasi Terminal Emulator di Google Play



Begitulah kira-kira tips yang saya temukan hari ini. Semoga bermanfaat dan bisa membantu orang-orang yang membutuhkan informasi ini.


NB: Saat membuat artikel blog ini, saya juga menemukan hal yang baru, biasanya sewaktu di JB, untuk mengambil screenshot di android kita menekan tombol home+power, tapi di KitKat ini ternyata sudah berubah menjadi tombol volume down+power :D

Selasa, 11 November 2014

Produk Samsung Selanjutnya, Galaxy Core Max

Galaxy Core adalah seri smartphone android pintar dari Samsung. Setelah muncul pertama kali pada May 2013 (I8262), seri ini terbukti cukup diterima dan disukai oleh para pengguna smartphone. Berbekal processor dual-core dan juga memiliki fasilitas dual-sim card, membuatnya mencuri perhatian para pengguna, apalagi seperti di Indonesia, dimana sangat umum ditemui orang yang menggunakan lebih dari 1 provider jaringan telekomunikasi.

Galaxy Core  (gambar dari gsmarena.com)


Seri Core dilanjutkan oleh Galaxy Core II yang dirilis pada Juni 2014. Namun ternyata berbeda dari ekspektasi saya, Core II bukanlah upgrade sesungguhnya dari Core yang pertama, walaupun processornya naik dari Dual-core 1.2GHz ke Quad Core 1,2 GHz tapi terdapat penurunan spesifikasi yang cukup terlihat, seperti pada kapasitas memory, dari 8 GB internal dan 1 GB RAM menjadi 4 GB, 768 MB RAM. Padahal kita tahu sebagai turunan dari Linux, OS Android membutuhkan kapasitas RAM dan juga penyimpanan internal untuk aplikasi yang lapang dan mumpuni.

Galaxy Core II (gambar dari gsmarena.com)

Namun jangan risau, saya mendengar berita bahwa Samsung akan segera mengeluarkan seri Core terbaru yaitu Galaxy Core Max, dan melihat dari spesifikasi yang tertulis disana, ada kemungkinan ini adalah upgrade sejati untuk seri Galaxy Core. 

Spesifikasi:
Processor :  1.2GHz quad-core CPU
Memory   :  1GB dengan 8GB kapasitar internal memori
Layar      :  4.8” Super AMOLED dengan qHD resolution (960 x 540 pixels)
Baterai    :  2,200mAh
Kamera   : 8MP kamera belakang dan 5MP kamera depan

Melihat spek diatas memang lebih baik daripada Core II, walaupun soal memori masih sama dengan Core pertama, tapi peningkatan kamera sepertinya mengikuti jaman, dimana selfie menjadi kegiatan yang digandrungi oleh pengguna ponsel pintar.

Galaxy Core Max (gambar dari gsmarena.com)
Mari kita tunggu kehadiran Galaxy Core Max di Indonesia, dan semoga kehadirannya bisa memuaskan kebutuhan masyarakat akan sebuah generasi handphone pintar yang baru.

Pranala luar: